Selasa, 14 Agustus 2012

Pentingnya Sejarah !

Teringat dulu saat aku tahu bahwa ternyata aku lulus SNMPTN di FKIP Sejarah, aku tidak yakin akan mengambil jurusan ini, karena waktu itu aku ikut SNMPTN mengambil 3 pilihan dan FKIP Sejarah ini merupakan pilihan yang paling aku gak niatin, tapi akhirnya aku ambil juga karena banyak pertimbangan lagian aku pikir mungkin ini udah jalan-Nya, setelah aku masuk di FKIP Sejarah banyak orang yang dekat denganku bahkan orang-orang yang kenal namun tidak begitu dekat denganku melontarkan bermacam-macam pertanyaan:
loh kenapa kok kamu ambil sejarah?????? bukan nya sejarah tu ilmu yang gak perlu di pelajari lebih dalam, toh semua orang udah tau kok sejarah !
Sejarah itu kan pelajaran ngantuk !
ada juga yang berkata
sejarah itu ilmu yang nggak penting untuk di pelajari,kok kamu maumaunya sih ambil sejarah ?
Kan kalo kita belajar sejarah kita bakal susah move on, mau-maunya ya masuk itu jurusan ?!
Ehh sejarah itu ilmu apasihh ?
Apa gunanya sejarah ? penting ?! gak tuhh !
semua pertanyaan itu gak bisa aku jawab soalnya waktu itu aku belum begitu ngerti bahkan masih belum ada niat yang lebih untuk belajar Sejarah. jadi aku cuma jawab udah jalan-Nya dari yang Kuasa, mungkin dijalan ini aku bakal sukses (amiin) toh yang penting juga aku bisa kuliah bukan jadi pengangguran.
namun seiring berjalannya waktu akhirnya aku mengerti apa manfaat dan kelebihan ilmu Sejarah ini, setiap harinya niat ku terus bertambah untuk mempelajari sejarah, bahkan saat ini aku udah cinta dengan ilmu Sejarah.
orang-orang awam berfikir bahwa Sejarah itu ilmu yang gak penting jadi buat apa dipelajari, bahkan anak Tk pun tau tentang Sejarah (ya walaupun cuma sejarah dirinya sendiri) jadi buat apa memperdalam ilmu Sejarah !!
tapi, menurut aku dengan statement itu aku ngerasa bangga, karena anak TK aja tau dengan sejarah, berarti ini ilmu yang WOWW bukan ?!, berarti bisa dibilang sejarah ini dikenal sama semua kalangan dan semua umur, berarti mereka yang pada bilang sejarah itu ilmu apaan tuhh orang munafik yahh.
Sebenarnya tanpa kita mengingat sejarah kita tidak bisa menyongsong masa depan, karena masa lalu itu pelajaran yang paling berharga dan tak ternilai harganya, dari kita mengingat Sejarah juga kita bisa lebih bijak dalam mengambil langkah karena ketika kita selalu mengingat sejarah pastinya kita akan menelaah apa kesalahan kita dimasa lalu itu yang bisa membuat kita kecewa sehingga kita bisa mengambil langkah yang lebih hati-hati.
misalnya kamu pernah dikeluarin dari kelas pas ujian karena waktu itu kamu ketahuan buka contekan yang udah kamu tulis semaleman, nah pas ujian selanjutnya itu kamu ulangin lagi dengan harapan gak bakal dikeluarin lagi, ternyata kamu dikeluarin lagi dari kelas. yang pastinya malu dong udah dua kal dikeluarin dari kelas, satu kali aja malu apalagi sampe 2 kali gitu gak ada kapoknya ya !!
kejadian itu karena kalian gak pernah belajar dari Sejarah, coba kalu kamu belajar sejarah tentu kamu nggak kaya gitu, tentunya kalo kalian belajar dari Sejarah kalian bakalan belajar lebih giat, dan gak bakal buat contekan lagi tuhh !


bangsa kita ini gak bisa maju-maju ampe sekarang itu karena masyarakat nya cenderung melupakan sejarah, coba aja para pemimpin bangsa dan para masyarakatnya menghargai sejarah bakalan maju ni bangsa, bung Karno said "JASMERAH" jangan sekalisekali melupakan Sejarah, karena bangsa yang maju adalah bangsa yang mengahrgai sejarah dan kebudayaannya.
contoh yang kongkrit dan nyata orang-orang yang gak pernah nginget dan mengkaji SEJARAH itu masyarakat Jakarta ! iya masyarakat Jakarta gak pernah tuh nginget waktu-waktu sebelumnya mereka selalu ada banjir besar setiap 5 tahun sekali, pas banjir aja pada sibuk semua, ehh pas udah gak banjir mulai dehh gak ngurusin masalah banjir besar lagi, pas dateng lagi banjir pada saling salahin !
Coba mereka selalu nginget dan mengkaji peristiwa banjir yang pernah melanda yang pasti gak bakal kelimpungan lagi tiap lima tahun sekali, ya walaupun masih banjir, setidaknya lebih mudah ngatasinnya terus gak terllau besar juga.
Jadim, intinya sejarah itu ilmu yang mesti, wajib, harus, dan gak boleh gak di pelajari ama seluruh manusia, biar kita lebih bijak dalam menentukan langkah dan apa yang akan kita jalanin udah tertata ketika kita selalu mengingat sejarah.

Kamis, 23 Februari 2012

Islam di Negeri Kincir Angin

Di negara yang memiliki sebutan negerikincir angin ini terdapat 200 masjid dan dinegara ini wanita-wanita berjilbab di berbagai kota besar bukanlah merupakan pemandangan yang aneh. 4 persen dari penduduk Belanda merupakan penganut agama islam. Yang merupakan pembawa syiar islam ke negeri ini adalah para imigran Turki dan Maroko, yang dimulai pada tahun 1960an, pada saat itu negeri ini mengalami kekurangan tenaga kerja.
Islam merupakan negara yang sangat menarik bagi banyak orang Eropa, tidak heran jika di Belanda memiliki pertumbuhan yang cukup pesat. Hal ini membuat pemerintah Belanda khawatir. Tidak heran kalau upaya stigmatisasi negatif terhadap ajaran Islam pun dilakukan termasuk tuduh teroris.
Faktor-faktor yang mendorong percepatan jumlah kaum Muslimin di negeri Kincir Angin :
Di kalangan elit warga ibukota Belanda, ternyata 59%nya tidak meyakini satu pun agama. Sebab mereka Belanda umumnya mengalami kemunduran yang cukup signifikan, khususnya di Amsterdam. Hal itulah yang mendorong banyak gereja dan yayasan- yayasan agama umat Nasrani tutup atau menjual aset-aset mereka, lantaran kian merosotnya jumlah jama’ah mereka.
Belanda, ” ujar Wilders terkait pemandangan di Belanda akhir-akhir ini di mana banyak ditemui muslimah berjilbab, Muslim yang berjenggot dan menara-menara masjid yang bermunculan di Negeri Kincir Angin itu.
Wilders bukanlah anggota parlemen Belanda pertama yang menyerang Islam. Beberapa tahun yang lalu , pendahulunya Ayaan Hirsi Ali, mencari popularitas dan jabatan politik dengan menghina Islam. Politisi Belanda kelahiran Somalia ini mengecam Islam sebagai agama terbelakang dan merendahkan wanita. Dia juga menuduh Rosulullah saw sebagai orang yang sesat karena menikahi Aisyah ra yang masih kanak-kanak. Tidak kalah keji, di menuduh Rosulullah saw itu pervers (mempunyai kelainan seksual).
Ironisnya, dengan mengklaim dirinya sebagai mantan muslimah, dia kemudian dianggap pakar bicara tentang Islam terutama tentang pandangan Islam terhadap perempuan. Dia juga diberikan ruang sebagai ahli Islam di lingkaran akedemis, menerbitkan buku, dan menulis sebuah cerita untuk film menghina Islam yang berjudul “Submission”. Dalam film itu dia menuduh Al Qur’an mendorong kekacaun dan pemerkosaan terhadap seluruh anggota keluarga. Film yang bertujuan menghina Islam ini menayangkan seorang muslimah yang sholat, tapi berpakaian tembus mata dan di tubuhnya tertulis ayat-ayat Al Quran. Gara-gara film ini, sutradaranya Theo Van Gogh dibunuh oleh Muhammad Buyeri yang tidak rela agamanya dihina.
Hirsi Ali diusir dari Belanda setelah ketahuan memalsukan permohonan kewarganegaraan Belandanya. Paspor Belandanya pun pernah dicabut. Dia pun mundur dari parlemen Belanda. Ketika tiba di Belanda tahun 1992 , dia mengaku lari dari perkawinan paksa saat Somalia dikoyak perang. Dia kemudian mendapat simpati dan memberikan kredibilitas bagi kebohongannya tentang Islam, seakan-akan dia mengalami langsung sebagai wanita yang ditindas oleh Islam. Kebohongannya pun terbongkar. Dalam sebuh program televisi Belanda , anggota keluarga Hirsi mengatakan mereka tidak mengetahui adanya kawin paksa tersebut. Bahkan Hirsi sebenarnya bukan tinggal di Somalia, tapi hidup nyaman di Kenya selama 12 tahun.
Meskipun terbukti berbohong dengan pengalamannya, Hirsi masih dianggap memiliki otoritas oleh Barat bicara tentang Islam. Setelah meninggalkan Belanda, dia kemudian bekerja sebagai pakar pada lembaga riset neo konservatif American Enterprise Institute (AEI) di AS dimana dia tinggal sekarang.
Pemerintah Belanda pernah mencoba menggolkan rancangan undang-undang yang melarang penggunaan niqab (cadar) di tempat umum. Meskipun ruu ini gagal, Wilder kembali berusaha mengkampanyekan larangan bercadar ini. Wilder menambah daftar panjang lain hal-hal yang perlu dilarang untuk Muslim, termasuk Al Qur’an, niqab dan kewarganegaraan Belanda untuk muslim.
Umat Islam memang memiliki pengalaman buruk dengan negara Belanda. Selama lebih kurang 350 tahun negara ini menjajah negeri Islam Indonesia. Sejarah mencatat perlakuan tidak berprikemanusiaan yang dilakukan oleh Belanda. Mulai dari tanam paksa, kerja paksa, sampai pembunuhan masal.
Pengalaman yang sama pernah dirasakan muslim Bosnia. Pemerintah Belanda pada desember 2006 telah memberikan penghargaan kepada pasukan Perdamaian PBB asal Belanda yang telah menyerahkan Srebrenica kepada Serbia selama perang Bosnia tahun 1992-1995. Serbia kemudian melakukan pembantaian masal pada bulan Juli 1995 setelah Belanda menyerahkan kota besar itu kepada serbia. Lebih 8000 muslim terbunuh. Dalam sebuah video tampak jenderal Mladic tersenyum memberikan hadiah kepada panglima perang Belanda Col Tom Karreman. Kemudian Col. Karreman melakukan tos bagi kejayaan jenderal Serbia itu.
Penghinaan terhadap Islam seperti ini terus berulang dan sudah sejak lama terjadi. Hanya Khilafahlah yang akan mampu menghentikan mulut kotor mereka sehingga benteng Islam tetap terjaga dan dilindungi oleh tentara Khilafah. Karena itu, tidak seorang musuh pun akan berani mendekati bangunan Islam, apalagi memanjatnya.
Penghinaan terhadap Islam sama dengan mengumumkan perang. Khilafah akan mengerahkan pasukan, rudal, dan artilerinya supaya orang yang ingin menghina Islam itu melupakan niatnya. Bahkan kaum kafir pun tidak akan pernah berani lagi menghina Islam, karena takut kepada Khilafah dan reaksinya, hingga Khilafah tidak perlu mengerahkan pasukan!
Sejarah Khilafah jelas telah menunjukkan hal itu. Bukti pemeliharaan Khilafah terhadap Islam dan kaum Muslim jelas nyata sekali, bukan hanya terhadap orang yang menghina Islam dan Nabi Islam, Nabi Muhammad saw., bahkan terhadap penghinaan pada sesuatu yang lebih ringan dari itu. Kisah seorang wanita yang dihina oleh orang Yahudi di pasar mereka pada zaman Rasulullah saw., lalu mereka diperangi dan diusir (dari Madinah).Kisah seorang wanita yang dihina oleh orang Romawi sehingga Khalifah langsung memimpin sendiri pasukan untuk memberi orang-orang Romawi pelajaran hingga terjadilah penaklukan kota Amuriyah.
Mereka yang berupaya menyerang makam Rasulullah saw. pada masa Khilafah Abbasiyah, yaitu ketika Nuruddin Zanki menjabat sebagai wali (gubernur) Syam pada tahun 557 H, dan atas sepengetahuan Khalifah, Nuruddin pun bertolak ke Madinah untuk menangkap dan membunuh mereka, yakni orang-orang Nasrani yang menyerang makam Nabi saw., sebagai bentuk pembelaan kepada Rasulullah saw. Saat itu mereka, orang-orang Nasrani itu, telah menggali lorong dari sebuah rumah yang berada di dekat masjid Rasulullah saw, untuk bisa mencapai makam Beliau saw.
Bahkan saat dalam kondisi lemah sekalipun, Khilafah tetap menjaga Islam dan kaum Muslim. Khilafah tetap mampu menghembuskan ketakutan dalam hati kaum kafir penjajah. Bernard Shaw menyebutkan dalam memoarnya, bahwa pada tahun 1913 M, yaitu pada zaman Khilafah Utsmaniyah sudah lemah, dia dilarang mengeluarkan kisah yang berisi penghinaan kepada Rasulullah saw. Lord Chamberlin melarangnya karena takut terhadap reaksi duta besar Daulah Khilafah Utsmaniyah di London.
Sesungguhnya ini adalah perkara yang serius, tidak main-main, wahai kaum Muslim. Sesungguhnya sesuatu yang bisa menghalangi penghinaan terhadap Islam itu sudah jelas dan bukan sesuatu yang tidak diketahui, yaitu: Khilâfah ’alâ minhaj an-nubuwwah—Khilafah yang mengikuti metode kenabian. Khilafah inilah yang akan melindungi tanah dan kehormatan. Khilafah merupakan kewajiban, bahkan kewajiban yang paling utama.